Mahasiswa UNS Jadi Duta Genre BKKBN Jawa Tengah 2016

Satu mahasiswa Program Studi (S-1) Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (FH UNS) Surakarta dinobatkan menjadi Duta Generasi Berencana Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (GenRe BKKBN) Provinsi Jawa Tengah 2016. Adalah Nurdiani Yusnita Sari, gadis kelahiran 21 tahun lalu ini berkompetisi di tingkat provinsi Jawa Tengah mewakili Kota Surakarta dan berhasil menyingkirkan 34 kontestan lain.

Pemilihan duta ini merupakan seleksi yang diikuti 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan diikuti oleh 1 perwakilan putra dan 1 putri dari tiap-tiap daerah pada 7-9 September 2016 lalu. Perwakilan putra Kota Surakarta, Edo Riyandani yang juga merupakan mahasiswa UNS Program Studi (D-4) Kesehatan dan Keselamatan Kerja Fakultas Kedokteran (K3 FK UNS) meraih juara 2.

Dea-panggilan akrab Nurdiani-mengungkapkan, dirinya melalui beberapa tahapan sebelum berlomba di tingkat provinsi. Sebelumnya dia harus melewati seleksi di tingkat universitas, lalu tingkat kota, dan selanjutnya ia melenggang ke provinsi. Untuk tingkat universitas, para peserta merupakan utusan dari Pusat Informasi Konseling Mahasiswa (PIK-M) Apreton De Manos UNS yang bermarkas di Gedung LPPM lantai 2. “Awalnya, Genre itu berangkat dari PIK-M karena PIK-M itu wadah GenRe di universitas-universitas, lalu kalau di seleksi di balaikota (tempat seleksi tingkat Kota Surakarta—red.) ya saingan dengan PIK-M yang ada di Surakarta,” terangnya.

Mengenai idealitas GenRe, ia mengatakan bahwa generasi berencana merupakan remaja yang menuju tegar remaja, yakni tujuan dibentuknya GenRe. Ciri-ciri GenRe yaitu, pertama, remaja yang bisa merencakan kehidupannya dan tahu masa depan mereka mau dibawa ke mana, baik dari segi pendidikan dan ekonomi. Selanjutnya, remaja yang bisa menghindari risiko Tiga Kesehatan Reproduksi Remaja (Triad KRR) yakni tidak menikah muda, tidak melakukan seks bebas, serta tidak mengonsumsi Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA).

Ketiga, remaja yang memiliki keinginan untuk membentuk keluarga kecil bahagia sejahtera, yang sesuai dengan anjuran dan ketentuan yang ada seperti batas minimal menikah untuk wanita dan pria berturut-turut adalah 21 dan 25. Hal tersebut juga melihat dari sisi organ reproduksi yang sudah siap dan juga psikologis. Terakhir, remaja yang bisa berprestasi dan bisa menyebarkan kebaikan serta manfaat untuk lingkungan sekitar.

Rencananya, Dea akan maju ke tingkat nasional pada pertengahan November jika mengacu pada kompetisi tahun lalu, mengingat sampai diturunkannya berita ini, ia belum menerima informasi lebih lanjut. Sementara Edo, atas raihan posisi keduanya, akan diberangkat ke Jambore Pendidikan Nasional 2016 untuk mewakili Provinsi Jawa Tengah.  [dodo.red.uns.ac.id]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*