Sambut Dies, Dahlan Sambangi UNS

“Ekonomi kerakyatan kita percayai mempunyai imunitas yang telah teruji pada saat krisis melanda Indonesia. Itu artinya kita punya keteguhan hati untuk terus membina ekonomi kerakyatan supaya ke depan menjadi kekuatan ekonomi nasional yang tangguh,” demikian ungkap Rektor UNS Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S. dalam Seminar Nasional bertajuk “Mengembangkan Ekonomi Kerakyatan Menuju Indonesia Sejahtera”, pada hari Sabtu, 25 Pebruari 2012 di Auditorium UNS.
Acara yang diprakarsai oleh Koperasi Mahasiswa (KOPMA) UNS tersebut merupakan rentetan acara sebagai pembuka RAT (Rapat Anggota Tahunan) KOPMA UNS ke-28. Ketua Umum KOPMA UNS Arif Wibowo berharap peserta dapat mengambil peran dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan untuk turut serta mewujudkan Indonesia yang sejahtera.
Seminar yang dimoderatori Pembina KOPMA UNS Solo Drs. Pranoto, M.Sc. tersebut terdapat dua pembicara yang tidak diragukan lagi kiprahnya di dunia entrepre-neurship. Tidak tanggung-tanggung Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Raja Sapta Oktohari (RSO) dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan datang untuk memberikan motivasi kepada seluruh peserta seminar yang datang dari berbagai kalangan, seperti mahasiswa, dosen, anggota HIPMI, pengurus koperasi, dan lain-lain. Geliat wirausaha sangat tepat bila dilakukan di tahun 2012. Namun kenyataannya, dari 48,8% pemuda di Indonesia yang berusia produktif, masih ada 18% yang masih pengangguran dan sungguh berban-ding terbalik dengan prosentase pertumbuhan pengusaha yang hanya 1,8%. RSO menyayangkan mindset orang Indonesia yang setiap kali lulus dari sebuah jenjang pendidikan selalu dijejali dengan pertanyaan “sudah kerja dimana?” dan bukan “sudah punya usaha apa?” “Saya ingin membangun sebuah mentalitas, dimana mentalitas ini dibutuhkan kesadaran,” ungkap RSO. Mentalitas yang dimaksud RSO adalah mentalitas wirausahawan atau Mentality of entrepreneurship.
Dari berbagai krisis ekonomi yang melanda Eropa dan Amerika, nampaknya Indonesia masih bisa survive karena adanya Kekuatan pasar domestik yang luar biasa. Hal ini bisa berdampak positif namun juga merupakan ancaman, karena menyebabkan orang luar negeri mengincar Indonesia. Pertanyaan yang muncul dari RSO adalah “Kalau orang-orang luar negeri itu mengincar Indonesia, kenapa tidak Indonesia sendiri yang mengincar orang Indonesia?”. Daya saing bisa ditingkatkan, kalau jumlah pengusaha juga ditingkatkan. Menurut RSO, Cara jadi pengusaha hanya satu, yaitu harus mulai. “Kalau kita tidak mulai hari ini, maka besok kita sudah terlambat,” pungkas pengusaha yang juga merupakan Promotor Tinju Internasional Chris John itu tegas.
Menteri BUMN yang juga merupakan CEO Harian Jawa Pos menilai tema yang diangkat dalam Semnas ini terlalu idealis. Ia mengemukakan bahwa ekonomi kerakyatan akan terwujud dengan sempurna kira-kira 12 tahun lagi. “Kenapa harus 12 tahun lagi? Karena anda pada saat itu sudah berada pada puncak kehidupan,” paparnya. Puncak kehidupan yang dimaksud oleh Dahlan Iskan adalah gabungan antara kematangan pengalaman dan juga kondisi fisik yang prima dari generasi penerus bangsa. Selain itu, 12 tahun lagi, pendapatan perkapita Indonesia paling buruk adalah 10 ribu US$.
Menurut Dahlan, pengalaman adalah kunci penting untuk mencapai kematangan hidup. Kesulitan dan kegagalan akan menjadi pembelajaran penting yang harus dialami seseorang dalam berproses. “Mudah-mudahan kalian cepat bangkrut, dan cepat bangkit lagi,” candanya sembari tertawa. Alasan lain Dahlan menyebutkan ekonomi kerakyatan untuk menuju Indonesia sejahtera akan berjalan baik 12 tahun lagi adalah semakin berbedanya keadaan tersebut dengan zaman orde baru. Jika ekonomi diibaratkan sebagai kue, ia menyebutkan bahwa tidak akan ada lagi tukang bagi kue. Keputusan untuk merebut kue atau mendiamkannya semua di tangan rakyat. “Rakyat memang harus disiapkan untuk jadi pengusaha dan untuk merebut kue. Kue itu tak bisa berjalan dan mendatangi kita,” ungkap mantan direktur PLN yang dikenal asketis itu menutup presentasinya. [Tim Web UNS]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*