UNS Berkarya: Dukung Anis Kurniasih (FSRD UNS) dalam Imagining New Eurasia Project

Teknologi dan ilmu pengetahuan telah menembus tatanan kehidupan masyarakat Eurasia dari lapisan atas hingga menengah ke bawah sekali pun. Dimana upaya tersebut merupakan cara atau jalan di dalam mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat martabat manusia. Atas dasar kreatifitas akalnya, manusia mengembangkan ilmu pengetahuan alam dan teknologi dalam rangka untuk mengolah sumber daya alam. Di mana dalam pengembangan ilmu pengetahuan alam dan teknologi harus didasarkan terhadap moral dan kemanusiaan yang adil dan beradab, agar semua masyarakat mengecam ilmu pengetahuan alam dan teknologi secara merata.
Namun, perkembangan teknologi dan kemudahan yang ada justru membuat manusia menjadi malas. Disatu sisi telah terjadi perkembangan yang sangat baik sekali di aspek telekomunikasi, namun pelaksanaan pembangunan ilmu pengetahuan alam dan teknologi masih belum merata. Kalaupun teknologi mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti teknologi sinonim dengan kebenaran. Sebab IPTEK hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan. Tentu saja IPTEK tidak mengenal moral kemanusiaan, oleh karena IPTEK tidak selalu menjadi jawaban mutlak dan standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah manusia.
Kemajuan teknologi menghasilkan revolusi besar dalam berbagai aspek. Manusia semakin merasa paling berpengetahuan dan inventif, mereka sedikit-demi sedikit mulai menuhankan akalnya. Orientasi manusia modern adalah materi, mereka akan menghalalkan berbagai cara demi memenuhi ambisinya. Entah sudah berapa banyak perang terjadi dengan satu motif terselubung, penguasaan sumber daya alam.
Ketika dunia sudah dalam kondisi chaos, saat ilmu dan teknologi sudah benar-benar tak mampu mengembalikan tatanan hidup manusia, maka cinta kasih dan rasa kemanusiaan adalah jawaban mutlak. Suku, agama, ras, warna kulit hanyalah pakaian luar. Hakikat dari teknologi adalah untuk memudahkan aktivitas hidup manusia, bukan dijadikan alat untuk mengeliminasi hak hidup orang lain. Pada dasarnya kita semua adalah sama: manusia. Kita dilahirkan dengan cinta, dan atas alasan itu sudah selayaknya kita saling mencintai tanpa terkurung batas geografis maupun etnis.
Karya ini merupakan salah satu karya yang berpartisipasi dalam IMAGINING NEW EURASIA PROJECT. Proyek ini mengajak para seniman untuk menggali ide demi menginterpretasikan Eurasia dengan cara yang baru. Menggali segala cerita antara dunia barat dan timur, serta apapun yang berada diantara keduanya.
Anis Kurniasih menjadi salah satu seniman terpilih dalam “Here, There Everywhere: Eurasian Cities” Exhibition. Dukung civitas akademika kita dalam world wide-online dengan cara mengunjungi laman http://imaginingneweurasia.org/competition/, cari karya Anis Kurniasih dari Surakarta Indonesia. Klik tulisan VOTE menjadi warna ungu. Satu IP untuk satu suara. Voting dibuka hingga 18 Desember 2015 pukul 00:00 waktu Korea.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*