Profil: Rian Mantasa, Cumlaude dengan IPK Sempurna

Hari Sabtu (5/12) sekitar pukul 11.00 WIB, arak-arakan mahasiswa berjaket hijau tosca mengiringi seorang wisudawan peraih IPK 4.00. Dengan menggunakan delman, wisudawan dari jurusan Teknik Sipil UNS angkatan 2011 itu diarak dari Fakultas Teknik menuju auditorium. Dalam balutan baju toga dan selempang cumlaude, wisudawan asal Pati tersebut, terus menyunggingkan senyum dibibirnya.
Ialah Rian Mantasa Salve Prastica, S.T. Ya, nama yang akhir-akhir ini sering muncul di pemberitaan karena prestasinya yang berhasil menyabet gelar wisudawan pertama peraih IPK sempurna di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Meskipun berada di tengah-tengah iklim akademis yang tinggi di Fakultas Teknik dan di sela-sela kesibukannya menjadi seorang aktivis kampus.
Anak pertama dari dua bersaudara ini memutuskan memilih jurusan Teknik Sipil karena hasil test psikologi berdasarkan sidik jari yang pernah dijalaninya saat SMA. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pria berkacamata ini mempunyai kelebihan di kecerdasan visual spasial. Kecerdasan visual spasial adalah kecerdasan gambar dan visualisasi, dimana kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk memvisualisasikan atau mencitrakannya dalam bentuk dua atau tiga dimensi gambar di dalam kepala seseorang.
Dukungan serta do’a dari keluarganya, mengiringi langkah Mantas untuk menjajaki jenjang perguruan tinggi. Berbekal doa dan passion-nya di bidang akademik, Mantas dipercaya menjadi asisten dosen sebanyak 14 mata kuliah, semenjak semester 3 hingga semester 8. Di kalangan kampus, Mantas biasa dijuluki dengan sebutan “The King of Asdos” atau Raja Asdos (Asisten Dosen). Mawapres Jurusan Teknik Sipil yang memiliki hobi menulis dan travelling ini diberi amanah sebagai Asdos dalam berbagai mata kuliah. Mata kuliah yang pernah diampunya yaitu Agama Islam, Fisika Dasar, Fisika Terapan, Statika, Mekanika Bahan, Geometri Jalan Raya, Struktur Beton, Analisis Struktur dengan Metode Matriks, Struktur Kayu, Struktur Baja, Metode dan Komputasi Numerik, Hidrolika, dan Mekanika Fluida & Jaringan Perpipaan.
Dengan memegang prinsip “Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain”, Mantas bercita-cita menjadi seorang akademisi yang berjiwa sosial. “Menjadi seorang akademisi sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan juga bergerak di bidang sosial, misalnya membuat sekolah untuk teman-teman di daerah marginal (baca: pinggiran)”, ungkap pria kelahiran Pati, 17 Mei 1993 ini ketika ditanya tentang cita-citanya.
Keberhasilan yang diraih Mantas saat ini tak luput dari hasil ikhtiar dan doanya. Menurut penuturannya, semester 6 merupakan puncak perjuangannya semasa kuliah. Kala itu, Mantas sedang menjalani KP (Kerja Praktek) di Yogya, sehingga sering nglaju Solo-Yogya, ditambah dengan aktivitasnya sebagai asisten dosen dan sebagai seorang aktivis organisasi, serta harus mempersiapkan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Meskipun saat itu merupakan masa yang sibuk, Mantas tetap menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan agama.
Pria yang mempunyai minat di bidang keairan dan transportasi ini, sedang mempersiapkan untuk melanjutkan pendidikannya. Menurutnya, melanjutkan kuliah di luar negeri ataupun dalam negeri itu intinya sama, yaitu menuntut ilmu. Namun, Mantas berharap semoga bisa melanjutkan kuliah ke luar negeri, seperti Jerman, Jepang, Belanda, atau Korea. [azaria.red.uns.ac.id]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*