Workshop Penguatan Wawasan Kebangsaan Dosen dan Mahasiswa

Sesuai dengan salah satu kebijakan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam memperkuat pelaksanaan Pendidikan Karakter di lingkungan Perguruan Tinggi, Universitas Sebelas Maret berdasarkan surat dari Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan DIRJEN DIKTI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nomor: 3522/E4.3/2012 tanggal 26 November 2012, mendapat amanah sebagai tempat pelaksanaan Workshop Penguatan Wawasan Kebangsaan Dosen dan Mahasiswa. Kegiatan workshop dilaksanakan pada hari Jumat, 7 Desember 2012 pada pukul 08.00 WIB yang bertempat di Ruang Sidang II Kantor Pusat UNS.
Sasaran dari kegiatan ini adalah dosen dengan jabatan maksimal Lektor serta mahasiswa yang berasal dari wakil aktivis lembaga kemahasiswaan dan unit kegiatan mahasiswa dari Perguruan Tinggi negeri maupun swasta di wilayah Surakarta dan sekitarnya. Menurut Ketua Pelaksana kegiatan Drs. Hassan Suryono, S.H., M.H., M.Pd peserta yang diundang sebanyak 40 dosen dan 60 mahasiswa yang berasal dari 25 Perguruan Tinggi yang terdiri dari 11 Universitas, 2 Institut, 3 Sekolah Tinggi dan 9 akademi.
Workshop dihadiri oleh Direktur Dit Diktendik dan dibuka oleh Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S. selaku Rektor UNS, dan Prof. Drs. Sutarno, M.Sc. selaku Pembantu Rektor I UNS sebagai Penanggung Jawab. Sebagai narasumber adalah Masdar F. Mas’udi (PBNU) dan Tim Pendidikan Karakter Dikti Prof. Dr. Udin S. Winataputra, M.A. dan Dr. Martadi.
Dr. Martadi juga menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) menunjuk sepuluh Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia untuk mendirikan Pusat Kajian Pendidikan Karakter pada tahun 2012. Pendirian Pusat Kajian tersebut ditujukan untuk meningkatkan pendidikan berbasis karakter. Kesepuluh PTN itu diantaranya yaitu: Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), UNTAN, Universitas Sumatra Utara (USU), Universitas Andalas, Universitas Cendrawasih, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Pattimura.
Namun, dari sepuluh PTN tersebut UNS tidak termasuk di dalamnya. Sebanyak sepuluh PTN yang ditunjuk tersebut adalah sebagai rintisan, bisa dibilang itu pilot project-nya.
Martadi menambahkan bahwa workshop serupa akan diselenggarakan di lima wilayah, diantaranya: Solo, Medan, Surabaya, Bogor, dan Kalimantan Barat. Sebelumnya, sempat direncanakan pelaksanaan workshop serupa di 13 lokasi. Namun, mengingat waktu yang telah memasuki bulan Desember, workshop hanya dilaksanakan di lima lokasi dengan waktu pelaksanaan serentak selama dua minggu.
Dia mengakui bahwa Dikti terlambat karena baru mengambil langkah setelah terjadi banyak tindak kekerasan dan konflik yang melibatkan mahasiswa. “Bisa disebut terlambat, karena sejak awal harusnya diantisipasi. Salah satunya kerusuhan yang di UNHAS kemarin,” aku dia.
Dari workshop tersebut, Martadi berharap, muncul ide dan masukan untuk menanggulangi permasalahan yang ada untuk kemudian diwujudkan menjadi langkah konkret pada 2013. Sebab, permasalahan itu merupakan masalah mendasar. Untuk mereduksi konflik, kesadaran berbangsa perlu diperkuat.
Tim Pendidikan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sendiri juga melakukan kunjungan di UNS pada tanggal 6 s/d 8 Desember 2012 untuk melakukan komunikasi dan mengumpulkan informasi terkait dengan pengembangan Pendidikan Karakter di UNS khususnya, dan Perguruan Tinggi umumnya. [UPT MKU UNS]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*