UNS Kukuhkan Dua Guru Besar

UNS kembali mengukuhkan dua guru besar yang digelar pada hari Selasa, 4 Desember 2012, di Auditorium UNS. Keduanya antara lain, guru besar bidang Ilmu Metodologi Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prof. Dr. Andayani, M.Pd. dan guru besar bidang Bioteknologi Pertanian Fakultas Pertanian (FP) Prof. Dr. Samanhudi, S.P., M.Si.
Prof. Andayani dalam pidatonya menyatakan optimismenya bahwa Bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa internasional yang bisa diterima dunia. Pasalnya, sampai tahun lalu telah ada 45 negara yang mengajarkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing. Selain itu, di Australia setidaknya terdapat 500 sekolah menengah dan perguruan tinggi yang mengajarkan Bahasa Indonesia.
Selain itu, di China, dari 44 program studi (prodi) yang dimiliki Beijing Foreign Studies University salah satunya adalah prodi Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia juga diajarkan di Korea sebagai mata kuliah pilihan atau sebagai Special Language Program.
Lebih lanjut, dalam Asean Inter Parliamentary Assembly (AIPA) ke-32 yang digelar di Phnom Penh, Kamboja pada 18-24 September 2011, Bahasa Indonesia telah digunakan sebagai bahasa pengantar pada setiap pertemuan AIPA. “Indonesia optimis memperjuangkan bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi Asean dan upaya ini ternyata berterima. Fenomena ini menandai kemungkinan akselerasi peran bahasa Indonesia di ranah internasional semakin nyata,” ungkap Andayani.
Dalam pidatonya yang berjudul Inovasi Model Pembelajaran untuk Mengakselerasi Peran Bahasa Indonesia di Ranah Internasional mengajukan model pembelajaran baru dalam mengajarkan bahasa Indonesia. “Bedanya, pembelajaran bahasa Indonesia diajarkan bukan sebagai ilmu melainkan sebagai alat komunikasi dengan menggunakan pendekatan komunikatif,” kata guru besar ke-149 yang dimiliki UNS itu.
Dia menjelaskan, dulu, anak-anak belajar bahasa Indonesia tidak boleh bekerja sama. Tapi saat ini, anak-anak harus bekerja sama atau menggunakan metode cooperative learning.
Sementara itu, guru besar besar ke-150 UNS, Samanhudi, menyampaikan pidato “Peranan Bioteknologi dalam Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Produksi Pertanian”. Dijelaskan olehnya, perkembangan pertanian dengan menggunakan bioteknologi berlangsung sangat pesat. Selain itu, kualitas dan kuantitas hasil pertanian pun meningkat.
Dia mencontohkan, saat ini, pengembang-biakan individu baru bisa dilakukan tanpa harus melakukan persilangan dengan melalui kultur jaringan. Dengan metode tersebut bibit tanaman dapat dihasilkan tanpa harus menanam di lahan. “Kultur jaringan memungkinkan pembibitan dengan menggunakan satu bagian tanaman dan itu dilakukan di laboratorium,” paparnya.
[red.uns.ac.id]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*