Intelektual Indonesia Dihinggapi Penyakit Meniru Kronis

Salah satu kegagalan pembangunan Indonesia yang dimulai sejak masa Orde Baru sampai dengan Reformasi adalah berjangkitnya penyakkit budaya meniru di kalangan intelektual Indonesia. Saat ini, perkembangan penyakit budaya meniru sudah mencapai taraf kronis.
“Intelektual Indonesia saat ini lebih banyak terhinggapi oleh penyakit meniru. Saya ulangi, terhinggapi oleh penyakit budaya meniru. Penyakit ini kelihatannya sudah cukup kronis bagi kita sekalian,” ungkap Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS. saat menyampaikan sambutan dalam Wisuda Program Pascasarjana, PPDS-1, PPak, dan Sarjana Universitas Sebelas Maret di Auditorium, Kamis (6/12/2012).
Dia berpendapat, patut memperta-nyakan kesarjanaan atau intelektual seseorang jika hanya bisa mengutip. “Kalau sarjana sampai kepada doktor bisanya hanya mengutip, tentu harus mempertanyakan kesarjanaan kita atau intelektual kita,” kata Ravik Karsidi.
Ravik menilai, tindakan Widjojo cs pada masa Orde Baru yang meniru sistem ekonomi di Barat untuk digunakan di Indonesia merupakan tindakan yang kurang tepat. Sebab, tidak semua yang dibawa itu selaras dengan apa yang ada di Indonesia.
Justru sebaliknya, dia menegaskan, “Seharusnya kita tidak meniru karena Indonesia adalah negara kaya raya, subur makmur. Ini menjadi tantangan kita semua yang saya sampaikan dalam forum ini.”
Sementara itu, Pembantu Rektor I UNS Prof. Drs. Sutarno, M.Sc., Ph.D. melaporkan, prosesi wisuda diikuti oleh 1.685 wisudawan termasuk di dalamnya 6 mahasiswa asing, dan 9 orang magister dari program Magister Manajemen Keuangan Syariah hasil kerjasama dengan Fakultas Ekonomi (FE) UNS dengan Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Sedangkan keenam mahasiswa asing terdiri dari 4 master yang berasal dari Kamboja, Vietnam, Madagaskar, dan Timor Timur serta 2 sarjana kedokteran asal Malaysia.
Sampai dengan wisuda kali ini, jumlah lulusan Program Doktor, Magister, Dokter Spesialis, Profesi Akuntansi dan Sarjana Universitas Sebelas Maret sejak berdirinya UNS adalah 92.725 alumni dengan perincian:
1. Program Pascasarjana 6.908 orang terdiri dari Program Doktor 56 orang dan Program Magister 6.852 orang dan 1.191 orang diantaranya berpredikat “cumlaude atau dengan pujian”.
2. Program Pendidikan Dokter Spesialis 258 orang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*